PM Inggris Pengganti Boris Johnson Harus Anggap Rusia sebagai Ancaman Terbesar

LONDON, - Kepala Staf Angkatan Bersenjata Inggris Laksamana Tony Radakin, pada Minggu (17/7) mengatakan bahwa perdana menteri Inggris yang baru nantinya harus memahami jika Rusia adalah "ancaman terbesar" bagi pertahanan Inggris.

"Pengarahan yang akan diterima pemimpin baru dari petinggi militer akan didominasi oleh isu Ukraina dan dukungan yang kami berikan kepada Ukraina,” kata Radakin kepada program Sunday Morning BBC One.

“Dan kemudian kita harus mengingatkan perdana menteri tentang tanggung jawab luar biasa yang mereka miliki dengan Inggris sebagai kekuatan nuklir,” imbuhnya.

PM Inggris Boris Johnson diketahui sudah mengumumkan pengunduran dirinya awal bulan ini setelah terlibat dalam beberapa skandal dan gelombang pengunduran diri menteri kabinetnya. Meski demikian, ia masih akan tetap menjabat sampai penggantinya dipilih.

Di bawah pemerintahan Boris Johnson, Inggris telah menjadi salah satu pendukung terkuat Ukraina dalam konfliknya dengan Rusia. Hal itu dibuktikan dengan Inggris terus memberikan senjata kepada Ukraina, melatih pasukannya, dan mengadvokasi solusi militer untuk krisis. Selain itu, Inggris juga memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap Rusia.

Ia menjelaskan bahwa Rusia memiliki "rezim yang relatif stabil," yang berarti bahwa itu akan terus membahayakan Inggris di tahun-tahun mendatang.

“Tantangan Rusia akan bertahan jauh melampaui 2022 dan 2023 dan 2024, ini akan berlangsung untuk waktu yang lama … berpotensi puluhan tahun dalam hal Rusia sebagai ancaman,” prediksi laksamana itu.

Pasukan darat Moskow “mungkin kurang menjadi ancaman dalam jangka pendek karena degradasi itu, penipisan yang kita lihat dengan perjuangan mereka di Ukraina,” katanya.

“Tetapi Rusia terus menjadi kekuatan nuklir, memiliki kemampuan dunia maya, memiliki kemampuan luar angkasa, dan memiliki program khusus di bawah air sehingga dapat mengancam kabel bawah laut yang memungkinkan informasi terkirim ke seluruh dunia,” ujarnya memperingatkan.



sumber: www.jitunews.com